Skip to main content

Halmahera Yang Berbakat

Dear Halmahera yang berbakat,

Terkadang kita bekerja di luar bakat
yang kita miliki. Bahkan mungkin juga
bukan pekerjaan yang Anda
cita-citakan sebelumnya. Kita jadi
melupakan bakat kita, yang tidak
terasah maksimal.



Padahal bakat adalah anugrah dari
Tuhan. Tidak semua orang diciptakan
dengan bakat dan kemampuan yang sama.
Ubahlah bakat Anda menjadi kekuatan
dengan mencari lebih banyak
pengetahuan, membangun kemampuan dan
keahlian Anda. Bukan hanya sukses
saja yang Anda raih dalam waktu lebih
singkat dan lebih mudah, tapi Anda
juga dapat menikmati pekerjaan Anda
dan menjadi lebih bahagia.

Tetapi kesuksesan bukan semata
dikarenakan faktor bakat semata,
tetapi usaha mengembangkannya.

Kesalahan yang sering terjadi pada
sebagian orang, mereka menghabiskan
seluruh hidup mereka berusaha untuk
menjadi sesuatu yang sebenarnya tak
akan bisa mereka kuasai dengan baik.
Mereka juga tidak pernah mau tahu
kalau mereka mungkin saja akan jauh
lebih sukses di bidang lain.

Banyak juga orang-orang yang berbakat
mengalami kegagalan. Mereka merasa
bakat yang sudah diperoleh sejak
lahir dan tingkat kemahirannya dalam
bakat tersebut akan tetap selamanya.
Akibat keyakinan seperti itu, mereka
merasa tidak ada gunanya mengasah
bakat mereka.

Dear Halmahera insan yang berbakat...

Tidak ada kata terlambat bagi Anda
untuk mengembangkan dan mengasah
bakat Anda. Jangan sia-siakan sisa
hidup Anda dengan mengejar
keberhasilan dalam hal-hal yang tidak
sesuai bakat dan ketrampilan Anda.
Asahlah terus bakat Anda hingga
mencapai tingkat luar biasa, dan bisa
bersaing di dunia luar!


Be Prepared. Be AsianBrain!

Comments

Popular posts from this blog

Dua Orang Calon Nelayan

Sekedar cerita, ada dua orang calon nelayan, sebut saja si optimis dan si pesimis. Mereka berdua sama-sama punya tabungan sedikit. Tapi si optimis berani menggunakan tabungannya untuk membeli jaring ikan, dan menyewa perahu. Sementara si pesimis tak mau mengeluarkan uangnya untuk membeli jaring dan menyewa perahu. . Akhirnya apa yang terjadi, dengan menggunakan perahu dan jaring, si Optimis setiap hari selalu mampu menangkap banyak ikan dan menjualnya. Sehingga ia bisa mendapatkan uang lebih banyak dari profesinya sebagai nelayan yang sukses. Sementara si Pesimis masih dengan sisa tabungannya yang sedikit. Tapi karena tak mau membeli jaring dan menyewa perahu, bahkan membeli alat pancing pun tak mau, akhirnya ia berusaha berenang ke lautan dan mengejar ikan satu per satu. Namun bukannya dapat, malah si pesimis hampir tenggelam.  . Si Optimis akhirnya sukses mendapat penghasilan sebagai nelayan, uang tabungannya yang ia pakai utuk membeli jaring dan menyewa perah...

PENYEBAB OTAK MENGECIL (ATROFI CEREBRI).

ALANGKAH BAIKNYA KALAU KITA MENGETAHUI BEBERAPA HAL YANG MENYEBABKAN OTAK MENGECIL (ATROFI CEREBRI). Proses penuaan bisa membuat volume otak mengecil karena sebagian selnya akan mati atau mulai mengalami kerusakan. Beberapa kebiasaan buruk bisa membuat proses tersebut terjadi lebih cepat, sehingga volume otak menyusut sejak masih muda. Hal-hal sepele yang sering diabaikan seperti misalnya TIDAK SARAPAN, rupanya sangat berpengaruh terhadap fungsi otak. Begitu juga dengan kebiasaan-kebiasaan yang kadang tidak terlalu diperhatikan, mulai dari kurang tidur hingga jarang bicara. Selengkapnya, kebiasaan-kebiasaan buruk yang membuat volume otak menyusut adalah sbb, seperti dikutip dari Healthmad ✳ 1. TIDAK SARAPAN Sarapan di pagi hari penting untuk menjaga kadar gula darah, yang dibutuhkan agar otak bisa bekerja dengan baik. Kadar gula yang terlalu rendah bisa membuat otak kurang nutrisi lalu lama-kelamaan volumenya akan menyusut. ✳ 2. GALAK Emosi yang meledak-ledak k...

Jauh

Kamu pasti takut sendiri... aku juga... kemarin, waktu kau bilang kau akan pergi jauh aku makin takut Ada semacamperih dalam hati Ynag membuat mataku dipaksa berair Pipiku becek... Sayangnya..... Airmataku ..... Sederas dan sebanyak apapun ia mengalir Tampakna tak punya daya menahanm Untuk tetap disini Maka, detim tu aku pura pura tersenyum dan detik selanjutnya aku menyadari Bahwa ersenyum sama sekali tak melegakan Menjauh untuk menjaga Kau tahu,,, Sejujurnya aku benci konsep itu Terlalu Menyedihkan Seperti perumpamaan klasik Tentang matahari yang mencintai bumi dengan jaraknya Menjauh untuk menjaga Sampai pada baris tulisan ini aku masih belum bisa menerima konsep itu seperti rela menunggu untuk kebahagiaan Lagi-lagi entahlah Barangkali karena kau terlalu merindukanmu hingga bahkan aku rela menunggumu Terlebih lagi membuatmu menunggu