Skip to main content

Jauh

Kamu pasti takut sendiri...
aku juga...
kemarin, waktu kau bilang
kau akan pergi jauh
aku makin takut

Ada semacamperih dalam hati
Ynag membuat mataku dipaksa berair
Pipiku becek...
Sayangnya.....
Airmataku .....
Sederas dan sebanyak apapun ia mengalir
Tampakna tak punya daya menahanm
Untuk tetap disini
Maka, detim tu aku pura pura tersenyum
dan detik selanjutnya aku menyadari
Bahwa ersenyum sama sekali tak melegakan

Menjauh untuk menjaga

Kau tahu,,,
Sejujurnya aku benci konsep itu
Terlalu Menyedihkan
Seperti perumpamaan klasik
Tentang matahari yang mencintai bumi dengan jaraknya

Menjauh untuk menjaga
Sampai pada baris tulisan ini aku masih belum bisa menerima konsep itu
seperti rela menunggu untuk kebahagiaan
Lagi-lagi entahlah

Barangkali karena kau terlalu merindukanmu
hingga bahkan aku rela menunggumu
Terlebih lagi membuatmu menunggu

Comments

Unknown said…
Jarak dn waktu itu jauh tapi hati smakin dekat.

Popular posts from this blog

Goa Surowono

Gua Surowono Kediri merupakan lorong bawah tanah dengan sungai yang airnya sangat jernih. Gua ini berada di Desa Canggu, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri, yang konon merupakan sistem kanal, bagian dari  Candi Surowono , yang telah ada sejak jaman Kerajaan Kediri . Goa Surowono sebenarnya adalah aliran sungai (kanal) bawah tanah, yang menurut cerita dari penduduk setempat, sudah ada sejak jaman Kerajaan Kadiri, dan tidak ada yang tahu kapan tempat ini dibuat. Di jaman dahulu, Goa Surowono ini digunakan sebagai saluran irigasi karena berbentuk kanal dan mempunyai 5 cabang lorong utama dan panjang sekitar 800 meter bila dihitung dari ujung muara hingga bertemu aliran sungai. Karena berbentuk kanal (aliran sungai bawah tanah), rugi bila kamu berkunjung kesini dan tidak mencoba untuk memasuki terowongannya. Di awal lorong tempat masuk Goa, tingginya sekitar 160cm, bisa dilewati oleh tubuh orang dewasa. Semakin masuk ke dalam goa, leba...

Dua Orang Calon Nelayan

Sekedar cerita, ada dua orang calon nelayan, sebut saja si optimis dan si pesimis. Mereka berdua sama-sama punya tabungan sedikit. Tapi si optimis berani menggunakan tabungannya untuk membeli jaring ikan, dan menyewa perahu. Sementara si pesimis tak mau mengeluarkan uangnya untuk membeli jaring dan menyewa perahu. . Akhirnya apa yang terjadi, dengan menggunakan perahu dan jaring, si Optimis setiap hari selalu mampu menangkap banyak ikan dan menjualnya. Sehingga ia bisa mendapatkan uang lebih banyak dari profesinya sebagai nelayan yang sukses. Sementara si Pesimis masih dengan sisa tabungannya yang sedikit. Tapi karena tak mau membeli jaring dan menyewa perahu, bahkan membeli alat pancing pun tak mau, akhirnya ia berusaha berenang ke lautan dan mengejar ikan satu per satu. Namun bukannya dapat, malah si pesimis hampir tenggelam.  . Si Optimis akhirnya sukses mendapat penghasilan sebagai nelayan, uang tabungannya yang ia pakai utuk membeli jaring dan menyewa perah...