Skip to main content

Jauh

Kamu pasti takut sendiri...
aku juga...
kemarin, waktu kau bilang
kau akan pergi jauh
aku makin takut

Ada semacamperih dalam hati
Ynag membuat mataku dipaksa berair
Pipiku becek...
Sayangnya.....
Airmataku .....
Sederas dan sebanyak apapun ia mengalir
Tampakna tak punya daya menahanm
Untuk tetap disini
Maka, detim tu aku pura pura tersenyum
dan detik selanjutnya aku menyadari
Bahwa ersenyum sama sekali tak melegakan

Menjauh untuk menjaga

Kau tahu,,,
Sejujurnya aku benci konsep itu
Terlalu Menyedihkan
Seperti perumpamaan klasik
Tentang matahari yang mencintai bumi dengan jaraknya

Menjauh untuk menjaga
Sampai pada baris tulisan ini aku masih belum bisa menerima konsep itu
seperti rela menunggu untuk kebahagiaan
Lagi-lagi entahlah

Barangkali karena kau terlalu merindukanmu
hingga bahkan aku rela menunggumu
Terlebih lagi membuatmu menunggu

Comments

Unknown said…
Jarak dn waktu itu jauh tapi hati smakin dekat.

Popular posts from this blog

Dua Orang Calon Nelayan

Sekedar cerita, ada dua orang calon nelayan, sebut saja si optimis dan si pesimis. Mereka berdua sama-sama punya tabungan sedikit. Tapi si optimis berani menggunakan tabungannya untuk membeli jaring ikan, dan menyewa perahu. Sementara si pesimis tak mau mengeluarkan uangnya untuk membeli jaring dan menyewa perahu. . Akhirnya apa yang terjadi, dengan menggunakan perahu dan jaring, si Optimis setiap hari selalu mampu menangkap banyak ikan dan menjualnya. Sehingga ia bisa mendapatkan uang lebih banyak dari profesinya sebagai nelayan yang sukses. Sementara si Pesimis masih dengan sisa tabungannya yang sedikit. Tapi karena tak mau membeli jaring dan menyewa perahu, bahkan membeli alat pancing pun tak mau, akhirnya ia berusaha berenang ke lautan dan mengejar ikan satu per satu. Namun bukannya dapat, malah si pesimis hampir tenggelam.  . Si Optimis akhirnya sukses mendapat penghasilan sebagai nelayan, uang tabungannya yang ia pakai utuk membeli jaring dan menyewa perah...

Dunia Selalu Berputar

"Tidak baik jika kita menutup-nutupi kelemahan dan kegagalan dengan banyak alasan . Terimalah, dan hadapilah kegagalan itu sebagai pengalaman dan pelajaran berharga, agar bisa jadi pedoman dan tuntunan untuk mencapai kemajuan dan keberhasilan yang lebih berarti di kemudian hari" Dear  Halma , Kita tahu bahwa dunia ini selalu berputar. Adakalanya manusia ada di bawah, atau sebaliknya ada di atas. Ada orang bertanya kepada saya, bagaimana dengan kenyataan yang sering kita lihat begitu banyak orang-orang yang selalu di bawah? Bukankah mereka juga tinggal di bumi yang sama dengan orang-orang yang mampu dan kuat berada di atas? Sering kita lihat orang-orang yang sudah di atas malah semakin ke atas. Temanku, pandangan itu semua hanyalah ironi . Kita tidak pernah tahu apa   yang terjadi pada mereka yang sudah   ada di atas. Kebanyakan di antara   kita melihat mereka yang di atas selalu dari 'materi' atau jabatan. Namun perca...