Skip to main content

Beasiswa Dosen Ristekdikti dari Fulbright (S2/S3)

Bila Anda berprofesi sebagai dosen tetap perguruan tinggi di bawah Kementerian Ristek Dikti, beasiswa dosen dari Fulbright ini bisa Anda ikuti untuk melanjutkan studi. Namanya Fulbright Awards for Indonesian Lecturers (RISTEK-DIKTI) Program. Ada dua jenis, Master’s Degree Program untuk pelamar ke jenjang master (S2) dan PhD Program untuk program gelar doktor (S3). Beasiswa yang disediakan Fulbright diperuntukkan bagi dosen yang ingin melanjutkan pendidikan mereka di universitas-universitas di Amerika Serikat. 

Beasiswa Fulbright untuk dosen Ristekdikti bisa dilamar untuk semua program studi dengan pengecualian bidang kedokteran terutama yang terkait dengan perawatan pasien atau yang berhubungan dengan pasien klinis. Sangat terbuka, bila pelamar ingin mengajukan proposal yang berkaitan dengan humaniora, seni, dan ilmu sosial atau sains, teknologi, teknik, dan matematika (STEM), dan juga kesehatan. Jika aplikasi dalam bidang STEM disarankan fokusnya adalah pelestarian lingkungan, eksplorasi energi alternatif, atau mitigasi perubahan iklim.   

Persyaratan: 
Program Master:
1. Memiliki Nomor Induk Dosen Nasional (NIDN) serta memenuhi persyaratan lainnya yang tertera di http://beasiswa.dikti.go.id
2. Bergelar sarjana (S1) dengan IPK minimum 3.0 (skala 4.0) 
3. Berusia di bawah 40 tahun
4. Memiliki kualitas kepemimpinan 
5. Memahami dengan baik kebudayaan Indonesia dan internasional 
6. Memperlihatkan komitmen pada bidang studi yang dipilih
7. Menunjukkan komitmen yang kuat untuk kembali ke Indonesia setelah menyelesaikan program beasiswa Fulbright untuk dosen Indonesia (RISTEK-DIKTI)
8. Bersedia bekerja di institusi asal selama setidaknya 5 tahun sebelum pensiun pada saat selesainya Program Beasiswa Fulbright untuk Dosen Indonesia (RISTEK-DIKTI)
9. Minimum skor TOEFL institusional 550 atau IBT 79/80 atau IELTS yang setara. Tidak diterima TOEFL prediction atau atau TOEFL-Like

Program PhD: 
1. Memiliki Nomor Induk Dosen Nasional (NIDN) serta memenuhi persyaratan lainnya yang tertera di http://beasiswa.dikti.go.id
2. Bergelar magister (S2) dengan IPK minimum 3.0 (skala 4.0) 
3. Berusia di bawah 50 tahun
4. Memiliki kualitas kepemimpinan 
5. Memahami dengan baik kebudayaan Indonesia dan internasional 
6. Memperlihatkan komitmen pada bidang studi yang dipilih
7. Menunjukkan komitmen yang kuat untuk kembali ke Indonesia setelah menyelesaikan program beasiswa Fulbright untuk dosen Indonesia (RISTEK-DIKTI)
8. Bersedia bekerja di institusi asal selama setidaknya 5 tahun sebelum pensiun pada saat selesainya Program Beasiswa Fulbright untuk Dosen Indonesia (RISTEK-DIKTI)
9. Minimum skor TOEFL institusional 575 atau IBT 90 atau IELTS yang setara. Tidak diterima TOEFL prediction atau atau TOEFL-Like

Dokumen aplikasi: 
1. Formulir aplikasi (Unduh: Program Master ; Program PhD). Ini termasuk satu halaman study objective serta 10 – 15 halaman proposal riset.
2. Copy terbaru skor TOEFL ITP/IBT TOEFL atau IELTS, kurang dari dua tahun 
3. Dua surat referensi dari dosen/profesor dan dari atasan tempat kerja yang mengenal Anda dengan baik
4. Copy ijazah dan transkrip akademik beserta terjemahan resmi ke dalam bahasa Inggris 
5. Copy dokumen identitas (KTP atau paspor) 

*Ctt: Pelamar S2 menyertakan study objective. Pelamar S3 melampirkan study objective dan proposal riset
Pendaftaran: 
Lengkapi dokumen aplikasi yang diminta. Buat dua rangkap. Satu rangkap buat Aminef dan satu lagi ke Ristekdikti. Kemudian ajukan via pos atau antar langsung ke alamat:

American Indonesian Exchange Foundation (AMINEF)
Intiland Tower, lantai 11
Jalan Jenderal Sudirman Kav. 32
Jakarta 10220

Kemudian kirim juga berkas serupa ke alamat:  

Fulbright Awards for Indonesian Lecturers Program
Direktorat Kualifikasi Sumber Daya Manusia
Direktorat Jenderal Sumber Daya IPTEK & DIKTI
Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi
Jalan Pintu 1 Senayan, lantai 5
Jakarta 10270

Dokumen aplikasi diterima paling lambat 15 Februari 2017. 

Selain mengirim dokumen aplikasi di atas, pelamar yang mendaftar Beasiswa Fulbright untuk Dosen ini juga diharuskan mendaftar online di: http://beasiswa.dikti.go.id

Kontak: 
Ph. (021) 5793-9085/86
Fax. (021) 5793-9089
E-mail: infofulbright_ind@aminef.or.id
Web: www.aminef.or.id


Comments

Popular posts from this blog

Beasiswa Australia 2017 – 2018 Program S2, S3

            Pemerintah Australia 2017 – 2018 tersebut siap menerima aplikasi beasiswa S2 atau beasiswa S3 untuk studi di sejumlah universitas terkemuka Australia. Ada persamaan beasiswa Australia Awards dengan beasiswa NZAS dari New Zealand. Yakni keduanya merupakan beasiswa penuh yang menawarkan beragam pilihan tujuan universitas.              Beasiswa Australia Awards 2017 – 2018 memberi kesempatan bagi kandidat Indonesia yang memiliki kualitas pribadi maupun profesional, kompetensi akademik, dan yang paling penting potensi untuk memberikan pengaruh bagi tantangan pembangunan di Indonesia. Sangat dianjurkan bagi pelamar dari kalangan perempuan, penderita disabilitas, dan mereka yang berasal dari fokus area berikut, yakni Aceh, Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, Papua, dan Papua Barat.             ...

PENYEBAB OTAK MENGECIL (ATROFI CEREBRI).

ALANGKAH BAIKNYA KALAU KITA MENGETAHUI BEBERAPA HAL YANG MENYEBABKAN OTAK MENGECIL (ATROFI CEREBRI). Proses penuaan bisa membuat volume otak mengecil karena sebagian selnya akan mati atau mulai mengalami kerusakan. Beberapa kebiasaan buruk bisa membuat proses tersebut terjadi lebih cepat, sehingga volume otak menyusut sejak masih muda. Hal-hal sepele yang sering diabaikan seperti misalnya TIDAK SARAPAN, rupanya sangat berpengaruh terhadap fungsi otak. Begitu juga dengan kebiasaan-kebiasaan yang kadang tidak terlalu diperhatikan, mulai dari kurang tidur hingga jarang bicara. Selengkapnya, kebiasaan-kebiasaan buruk yang membuat volume otak menyusut adalah sbb, seperti dikutip dari Healthmad ✳ 1. TIDAK SARAPAN Sarapan di pagi hari penting untuk menjaga kadar gula darah, yang dibutuhkan agar otak bisa bekerja dengan baik. Kadar gula yang terlalu rendah bisa membuat otak kurang nutrisi lalu lama-kelamaan volumenya akan menyusut. ✳ 2. GALAK Emosi yang meledak-ledak k...

Beasiswa GSEP S1 di Tokyo Institute of Technology, Jepang 2017

Siapa tak kenal salah satu universitas terbaik Jepang ini. Ya, Tokyo Institute of Technology (Tokyo Tech). Bila Anda lulusan SMA/SMK/sederajat dan berniat melanjutkan kuliah S1 di sana, tahun ini Tokyo Tech, menyediakan  beasiswa penuh  yang menanggung biaya studi selama empat tahun pendidikan S1 yang dimulai 2017. Beasiswa ini tersedia bagi pelamar Global Scientists and Engineers Program (GSEP). Yakni program baru di Tokyo Institute of Technology untuk mencari kandidat internasional potensial yang ingin mengenyam pendidikan teknik dan sains di kampus mereka. Yang menarik dari GSEP adalah semua mata kuliah diajarkan dalam bahasa Inggris. Memungkinkan bagi pelamar yang memiliki keterbatasan dalam berbahasa Jepang atau tidak mengerti bahasa Jepang sama sekali. Jadi, bila Anda memiliki rencana melanjutkan S1 di Tokyo Institute of Technology, program beasiswa GSEP 2017 ini layak Anda pertimbangkan. Kandidat terpilih nantinya akan mengambil gelar Bachelor of Engineering di...