Skip to main content

Chamid Riyadi

Seekor belalang telah lama terkurung dalam sebuah kotak.

Suatu hari ia berhasil keluar dari kotak yang mengurungnya tersebut. Dengan
gembira ia melompat-lompat menikmati kebebasannya.

Di perjalanan ia bertemu dengan seekor belalang lain. Namun ia keheranan kenapa
belalang itu bisa melompat lebih tinggi dan lebih jauh darinya.

Dengan penasaran ia menghampiri belalang itu, dan bertanya, “Mengapa
kau bisa melompat lebih tinggi dan lebih jauh, padahal kita tidak jauh berbeda
dariusiaataupun bentuk tubuh?”

Belalang itupun menjawabnya, “Dimanakah kau selama ini tinggal? Karena
semua belalang yang hidup dialam bebas pasti bisa melakukan seperti yang aku
lakukan”.

Saat itu si belalang baru tersadar bahwa selama ini kotak itulah yang selama
ini membuat lompatannya tidak sejauh dan setinggi belalang lain yang hidup di
alam bebas.



Pesan moral:

Kadang-kadang kita sebagai manusia tanpa sadar pernah juga mengalami hal
yang sama dengan belalang. Lingkungan yang buruk, hinaan, trauma masa lalu,
kegagalan yang beruntun, perkataan teman, atau pendapat tetangga, seolah membuat
kita terkurung dalam kotak semu yang membatasi semua kelebihan kita.

Lebih sering kita mempercayai mentah-mentah apapun yang mereka voniskan
kepada kita tanpa pernah berpikir benarkah anda separah itu? Bahkan lebih buruk
lagi, kita lebih memilih untuk mempercayai mereka daripada mempercayai diri
sendiri.

Tidakkah anda pernah mempertanyakan kepada hati nurani bahwa anda bisa
“melompat lebih tinggi dan lebih jauh” kalau anda mau menyingkirkan
“kotak” itu?

Tidakkah anda ingin membebaskan diri agar anda bisa mencapai sesuatu yang
selama ini anda anggap diluar batas kemampuan anda?

Beruntung sebagai manusia kita dibekali Tuhan kemampuan untuk berjuang,
tidak hanya menyerah begitu saja pada apa yang kita alami.

Karena itu teman, teruslah berusaha mencapai apapun yang anda ingin capai.
Sakit memang, lelah memang, tetapi bila anda sudah sampai kepuncak, semua... click di sini untuk membaca selengkapnya: Lompatan Belalang

-----

Banyak Judul Kisah Lainnya di Kumpulan Inspirasi Chamid Riyadi :

Uji Sugestibilitas : Perlukah?

Screen Memory

Harga Sebuah Penyesalan

Memahami Jenis Dan Fungsi Filter Mental

OFFER YOUR BEST

WHATEVER YOU CHOOSE

CHOOSE TO ACT

Comments

Popular posts from this blog

Beasiswa Australia 2017 – 2018 Program S2, S3

            Pemerintah Australia 2017 – 2018 tersebut siap menerima aplikasi beasiswa S2 atau beasiswa S3 untuk studi di sejumlah universitas terkemuka Australia. Ada persamaan beasiswa Australia Awards dengan beasiswa NZAS dari New Zealand. Yakni keduanya merupakan beasiswa penuh yang menawarkan beragam pilihan tujuan universitas.              Beasiswa Australia Awards 2017 – 2018 memberi kesempatan bagi kandidat Indonesia yang memiliki kualitas pribadi maupun profesional, kompetensi akademik, dan yang paling penting potensi untuk memberikan pengaruh bagi tantangan pembangunan di Indonesia. Sangat dianjurkan bagi pelamar dari kalangan perempuan, penderita disabilitas, dan mereka yang berasal dari fokus area berikut, yakni Aceh, Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, Papua, dan Papua Barat.             ...

PENYEBAB OTAK MENGECIL (ATROFI CEREBRI).

ALANGKAH BAIKNYA KALAU KITA MENGETAHUI BEBERAPA HAL YANG MENYEBABKAN OTAK MENGECIL (ATROFI CEREBRI). Proses penuaan bisa membuat volume otak mengecil karena sebagian selnya akan mati atau mulai mengalami kerusakan. Beberapa kebiasaan buruk bisa membuat proses tersebut terjadi lebih cepat, sehingga volume otak menyusut sejak masih muda. Hal-hal sepele yang sering diabaikan seperti misalnya TIDAK SARAPAN, rupanya sangat berpengaruh terhadap fungsi otak. Begitu juga dengan kebiasaan-kebiasaan yang kadang tidak terlalu diperhatikan, mulai dari kurang tidur hingga jarang bicara. Selengkapnya, kebiasaan-kebiasaan buruk yang membuat volume otak menyusut adalah sbb, seperti dikutip dari Healthmad ✳ 1. TIDAK SARAPAN Sarapan di pagi hari penting untuk menjaga kadar gula darah, yang dibutuhkan agar otak bisa bekerja dengan baik. Kadar gula yang terlalu rendah bisa membuat otak kurang nutrisi lalu lama-kelamaan volumenya akan menyusut. ✳ 2. GALAK Emosi yang meledak-ledak k...

Beasiswa GSEP S1 di Tokyo Institute of Technology, Jepang 2017

Siapa tak kenal salah satu universitas terbaik Jepang ini. Ya, Tokyo Institute of Technology (Tokyo Tech). Bila Anda lulusan SMA/SMK/sederajat dan berniat melanjutkan kuliah S1 di sana, tahun ini Tokyo Tech, menyediakan  beasiswa penuh  yang menanggung biaya studi selama empat tahun pendidikan S1 yang dimulai 2017. Beasiswa ini tersedia bagi pelamar Global Scientists and Engineers Program (GSEP). Yakni program baru di Tokyo Institute of Technology untuk mencari kandidat internasional potensial yang ingin mengenyam pendidikan teknik dan sains di kampus mereka. Yang menarik dari GSEP adalah semua mata kuliah diajarkan dalam bahasa Inggris. Memungkinkan bagi pelamar yang memiliki keterbatasan dalam berbahasa Jepang atau tidak mengerti bahasa Jepang sama sekali. Jadi, bila Anda memiliki rencana melanjutkan S1 di Tokyo Institute of Technology, program beasiswa GSEP 2017 ini layak Anda pertimbangkan. Kandidat terpilih nantinya akan mengambil gelar Bachelor of Engineering di...